Saya akan merespon buku tugas Arsitek dan Lingkungan yang di terbitkan oleh Ir. Heinz Frick dan diterbitkan oleh Penerbit Kanisius.Menurut saya setelah saya membaca buku ini ternyata bermanfaat bagi arsitektur yang masih mementingkan lingkungan sekitarnya.
Di buku ini menjelaskan bahwa kehidupan kita antar lain menckaup pembangunan dan pemukiman. Salah satu tujuan penting dari cara membangun , ialah perlindungan terhadap penghuni. Nah dari sini terlihat lebih banyak memperhatikan masalah teknis daripada kenyamanan dan perlindungan penghuni. Hasil nya bangunan tersebut tidak sesuai untuk tempat kediaman atau pemukiman manusia.
Selain itu di buku ini juga menjelaskan perbandingan arsitektur alam dan teknik. Arsitektur alam itu seperti misalnya pada ilmu bumi, selalu membentuk suatu peredaran alam yang tertutup. Berdasarkan permasalahan tersebut akan dapat kita pahami juga arsitektur sebagai arsitektur alam. Dengan kata lain, perbandingan di bagian dalam harus diperlihatkan di dalam perbandingan di bagian luar juga.
Ada juga situasi dan analisa site sangat penting bagi arsitektur. Analisa site, sintetik dan perencanaan sebaik nya di kembangkan dalam rangka kerja sama antara arsitek/perencana, ahli indisipliner. Akan tetapi dalam pengertian arsitektur biologik, site dan letak gedung-gedung dipilih sedemikian rupa, sehingga juga diperhatikan gangguan geopatis yang membahayakan atas kesehatan penghuni. Disini lah pentingnya situasi dan analisa site agar para aristektur memiliki pmabngunan dan perncanaan yang baik.
Dengan mempelajari buku ini saya mendapatkan ilmu yang bermanfaat dalam merancang dan membangun sebuah bangunan yang peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Buku ini sangat efektik untuk dipelajari karena dalam sebuah pembangunan dibutuhkan pembangunan yang tidak berdampak buruk bagi lingkungan dan manusia di masa yang akan datang. Untuk itu sekian dari saya semoga dapat bermanfaat bagi anda semoga para pembaca juga bisa membaca buku ini. Terima kasih
Rabu, 14 Oktober 2015
Selasa, 29 September 2015
ARSITEKTUR DAN LINGKUNGAN #1
Disini saya akan menceritakan bagaimana cara nya menciptakan sebuah arsitektur lingkungan yang baik? Kita harus mengetahui dasar dari arsitektur. Arsitektur adalah seni yang dilakukan oleh setiap individual untuk berimajinasikan diri mereka dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam artian yang lebih luas, arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai dari level makro yaitu perencanaan kota, perancangan perkotaan, arsitektur lanskap, hingga ke level mikro yaitu desain bangunan, desain perabot dan desain produk. Arsitektur juga merujuk kepada hasil-hasil proses perancangan tersebut.

Agar terciptanya sebuah arsitektur lingkungan harus memiliki pembangunan secara biologis atau arsitektur biologis atau juga secara arsitektur ekologi. Ini salah satu contoh pembangunan arsitektur biologis

Bangunan ini dianggap memiliki unsur arsitektur biologi karena memperlihatkan erat antara manusia dan lingkungan atau alam sekitar. Dalam arsitektur dikenal istilah arsitektur biologis, yaitu ilmu penghubung antaramanusia dan lingkungannya secara keseluruhan yang juga mempelajari pengetahuantentang hubungan integral antara manusia dan lingkungan hidup, dan merupakan arsitektur kemanusiaan yang memperhatikan kesehatan.
Ada juga bangunan aritektur yang memiliki unsur arsitektur ekologi Arsitektur ekologi itu sendiri mempunyai tiga prinsip yang harus diperhatikan yaitu; Fluktuasi , Stratifikasi, Interdependence (saling ketergantungan). Prinsip-prinsip ekologi sering berpengaruh terhadap arsitektur (Batel Dinur, Interweaving Architecture and Ecology – A theoritical Perspective):
1. FLUTUATION
Prinsip fluktuasi menyatakan bahwa bangunan didisain dan dirasakan sebagai tempat membedakan budaya dan hubungan proses alami. Dalam hal ini bangunan harus dapat mencerminkan proses alami yang terjadi di lokasi dan tidak menganggap suatu penyajian berasal dari proses melainkan proses benar-benar dianggap sebagai proses. Fluktuasi juga bertujuan agar manusia dapat merasakan hubungan atau koneksi dengan kenyataan yang terjadi pada lokasi tersebut.
2. STRATIFICTION
Stratifikasi bermaksud untuk memunculkan interaksi dari perbedaan bagian-bagian dan tingkat-tingkat, bermaksud untuk melihat interaksi antara bangunan dan lingkungan sekitar. Semacam organisasi yang membiarkan kompleksitas untuk diatur secara terpadu.
3. INTERDEPENDENCE (SALING KETERGANTUNGAN)
Menyatakan bahwa hubungan antara bangunan dengan bagiannya adalah hubungan timbal balik. Peninjau (perancang dan pemakai) seperti halnya lokasi tidak dapat dipisahkan dari bagian bangunan, saling ketergantungan antara bangunan dan bagian-bagiannya berkelanjutan sepanjang umur bangunan
Dasar-dasar ekologi arsitektur menjurus kepada penggunaan material hemat energi, penggunaan bahan-bahan yang ramah lingkungan, dan peka terhadap keadaan iklim. Sehingga tercipta sebuah desain yang bersifat go green.
Membahas tentang bangunan yang bersifat go green, sekarang ini seluruh dunia semarak mendesain dan membangun bangunan yang menerapkan konsep ini. berawal dari kesadaran akan mulai menipisnya sumber daya alam yang tidak dapat terbaharui maka para arsitek mendesain bangunan-bangunan yang memanfaatkan tenaga dari alam seperti matahari dan angin.
Nah ini salah satu contoh bangunan yang memiliki arsitektur ekologi

Jadi menurut saya pembanguna arsitektur biologis dan arsitektur ekologi lebih mengutamakan aspek lingkungan yang ada di sekitar. Dari prinsip-prinsip yang telah di jelaskan arsitektur ekologi semoga pembangunan tersebut dapat menciptakan sebuah bangunan yang menarik dan memiliki penggunaan material hemat energi.
Sekian dari pembahasan saya. Bila ada kekurangan atau ada salah-salah kata mohon di maafkan . Terima Kasih
Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Arsitektur
https://finifio.wordpress.com/category/arsitektur-dan-lingkungan/
http://www.scribd.com/doc/125237243/ARSITEKTUR-BIOLOGIS

Agar terciptanya sebuah arsitektur lingkungan harus memiliki pembangunan secara biologis atau arsitektur biologis atau juga secara arsitektur ekologi. Ini salah satu contoh pembangunan arsitektur biologis

Bangunan ini dianggap memiliki unsur arsitektur biologi karena memperlihatkan erat antara manusia dan lingkungan atau alam sekitar. Dalam arsitektur dikenal istilah arsitektur biologis, yaitu ilmu penghubung antaramanusia dan lingkungannya secara keseluruhan yang juga mempelajari pengetahuantentang hubungan integral antara manusia dan lingkungan hidup, dan merupakan arsitektur kemanusiaan yang memperhatikan kesehatan.
Ada juga bangunan aritektur yang memiliki unsur arsitektur ekologi Arsitektur ekologi itu sendiri mempunyai tiga prinsip yang harus diperhatikan yaitu; Fluktuasi , Stratifikasi, Interdependence (saling ketergantungan). Prinsip-prinsip ekologi sering berpengaruh terhadap arsitektur (Batel Dinur, Interweaving Architecture and Ecology – A theoritical Perspective):
1. FLUTUATION
Prinsip fluktuasi menyatakan bahwa bangunan didisain dan dirasakan sebagai tempat membedakan budaya dan hubungan proses alami. Dalam hal ini bangunan harus dapat mencerminkan proses alami yang terjadi di lokasi dan tidak menganggap suatu penyajian berasal dari proses melainkan proses benar-benar dianggap sebagai proses. Fluktuasi juga bertujuan agar manusia dapat merasakan hubungan atau koneksi dengan kenyataan yang terjadi pada lokasi tersebut.
2. STRATIFICTION
Stratifikasi bermaksud untuk memunculkan interaksi dari perbedaan bagian-bagian dan tingkat-tingkat, bermaksud untuk melihat interaksi antara bangunan dan lingkungan sekitar. Semacam organisasi yang membiarkan kompleksitas untuk diatur secara terpadu.
3. INTERDEPENDENCE (SALING KETERGANTUNGAN)
Menyatakan bahwa hubungan antara bangunan dengan bagiannya adalah hubungan timbal balik. Peninjau (perancang dan pemakai) seperti halnya lokasi tidak dapat dipisahkan dari bagian bangunan, saling ketergantungan antara bangunan dan bagian-bagiannya berkelanjutan sepanjang umur bangunan
Dasar-dasar ekologi arsitektur menjurus kepada penggunaan material hemat energi, penggunaan bahan-bahan yang ramah lingkungan, dan peka terhadap keadaan iklim. Sehingga tercipta sebuah desain yang bersifat go green.
Membahas tentang bangunan yang bersifat go green, sekarang ini seluruh dunia semarak mendesain dan membangun bangunan yang menerapkan konsep ini. berawal dari kesadaran akan mulai menipisnya sumber daya alam yang tidak dapat terbaharui maka para arsitek mendesain bangunan-bangunan yang memanfaatkan tenaga dari alam seperti matahari dan angin.
Nah ini salah satu contoh bangunan yang memiliki arsitektur ekologi

Jadi menurut saya pembanguna arsitektur biologis dan arsitektur ekologi lebih mengutamakan aspek lingkungan yang ada di sekitar. Dari prinsip-prinsip yang telah di jelaskan arsitektur ekologi semoga pembangunan tersebut dapat menciptakan sebuah bangunan yang menarik dan memiliki penggunaan material hemat energi.
Sekian dari pembahasan saya. Bila ada kekurangan atau ada salah-salah kata mohon di maafkan . Terima Kasih
Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Arsitektur
https://finifio.wordpress.com/category/arsitektur-dan-lingkungan/
http://www.scribd.com/doc/125237243/ARSITEKTUR-BIOLOGIS
Senin, 12 Januari 2015
PEMUDA DAN SOSIALISASI
Pengertian sosialisasi adalah segala usaha yang dilakukan
untuk menumbuhkan kesadaran memelihara secara terus menerus terhadap tatanan
nilai agama agar segala perilaku kehidupannya senantiasa di atas norma-norma
yang ada dalam tatanan itu. namun perlu dipahami bahwa pembinaan tidak hanya
berkisar pada usaha untuk mengurangi serendah-rendahnya tindakan-tindakan
negatif yang dilahirkan dari suatu lingkungan yang bermasalah, melainkan
pembinaan harus merupakan terapi bagi masyarakat untuk mengurangi perilaku
buruk dan tidak baik dan juga sekaligus bisa mengambil manfaat dari potensi
masyarakat, khususnya generasi muda.
Pengalaman Pemuda dan Sosialisasi :
Pengalaman anda sebagai pemuda
mengenai sosialisasi tentang pertama kali anda masuk kuliah. Saat anda memulai
OSPEK anda. Anda pikir anda memulai OSPEK dengan pikiran negatif. Tetapi sesaat
di OSPEK ternyata pikiran anda selama ini salah. Anda memulai OSPEK sangat
nyaman. Disana juga dapat berinteraksi atau bersosialisasi dengan mahasiswa
baru.
Disini saya mempunyai 3 topik di
perkuliahan dan saya akan menjelaskan gimana asik nya memulai perkuliahan
1. Lingkungan Sosial
yang Berbeda
Dari semua hal yang akan anda alami di tahun pertama,
sebetulnya tema besarnya cuman satu, yaitu proses adaptasi. Seringkali proses
adaptasi ini dianggap sebagai sesuatu yang nyusahin, karena kesannya anda harus
mencocokan diri sama lingkungan yang asing. padahal kaanda ada aja anda bisa
liat dari perspektif yang beda, proses adaptasi ini bisa jadi suatu kesempatan
buat anda untuk memiliki paradigma yang baru yang lebih luas.
2. Kesempatan Terbaik
Buat Ngasah Ilmu
Pas anda tahun pertama di kampus, wah.. anda bakal ngerasain
yang namanya NIKMATNYA BELAJAR di kampus (apalagi kanda di jurusan yang emang anda
minatin). Nikmat belajar yang gua maksud
itu emang bener-bener belajar buat nuntut ilmu yah, bukan buat supaya nilai
bagus dalam ujian.. karena di dunia kuliah, udah gak jaman lagi anda ngakalin
nilai dengan nyontek, nanya soal ulangan ke kelas sebelah, atau nyari kisi-kisi
soal yang ada di ujian. Sekarang adalah saatnya anda belajar buat bener-bener
jadi EXPERT di bidang anda!
Emang nikmat belajarnya gimana sih? Bayangin ya, selama ini
ngerasa gak sih kaanda proses belajar anda di mata pelajaran apapun itu
dibatesin ilmunya sama buku cetak, catetan, atau apa yang keluar dari omongan
guru... Nah di dunia kampus, anda bisa gali pengetahuan di bidang yang anda
minati itu sebebas-bebasnya dengan cara yang mandiri. Bisa dari internet,
buku-buku di perpus, online learning, dan juga diskusi sama dosen dan mahasiswa
lain.
3. Kembangin Diri di
Luar Konteks Akademis
Kaanda kata ahli psikoandagi Erik H. Erikson, usia-usia
belasan sampe awal dua puluhan itu termasuk ke dalam rentang usia di mana orang
tuh lagi nyari identitas, terutama identitas sosial. Maksudnya apa nih?
Maksudnya, di usia anda sekarang ini, manusia itu cenderung aktif banget buat
nyari tau dirinya itu siapa sih, dan apa sih peran yang paling cocok anda
lakuin di tengah-tengah masyarakat..
Nah untuk menemukan jati diri anda yang sesungguhnya, gak
akan deh anda temuin itu semua di textbook kuliah ataupun dengan belajar teori
dimanapun. Identitas anda akan bisa anda temukan ya di saat anda berinteraksi
dengan identitas lain di masyarakat, alias interaksi sosial dalam lingkungan
kampus! Jadi yang namanya kuliah itu andang banget kaanda gak anda manfaatkan
buat mengembangkan diri anda dalam kemampuan bersosialisasi - baik itu arahnya
untuk memperluas koneksi, nyari temen seperjuangan yang punya ide yang sama,
pemikiran yang sama, dan mungkin juga ambisi yang sama.
Untungnya nih, di dunia kampus.. interaksi sosial yang bisa anda
coba ada banyak banget, dari mulai milih temen nongkrong yang cocok,
seru-seruan sama temen satu kost, curi-curi pandang sama senior/junior, diskusi
ilmu sama professor, kenal sama satpam dan preman kampus, baik-baikin petugas
admin di fakultas (kaanda SMA namanya tata usaha), ikutan klub unit kegiatan
mahasiswa (kaanda SMA namanya extra-curricular), sampe ikut organisasi
mahasiswa baik yang formal maupun informal.
Langganan:
Postingan (Atom)