Rabu, 14 Oktober 2015

RESPON TERHADAP ARSITEKTUR DAN LINGKUNGAN # 2

Saya akan merespon buku tugas Arsitek dan Lingkungan yang di terbitkan oleh Ir. Heinz Frick dan diterbitkan oleh Penerbit Kanisius.Menurut saya setelah saya membaca buku ini ternyata bermanfaat bagi arsitektur yang masih mementingkan lingkungan sekitarnya.

Di buku ini menjelaskan bahwa kehidupan kita antar lain menckaup pembangunan dan pemukiman. Salah satu tujuan penting dari cara membangun , ialah perlindungan terhadap penghuni. Nah dari sini terlihat lebih banyak memperhatikan masalah teknis daripada kenyamanan dan perlindungan penghuni. Hasil nya bangunan tersebut tidak sesuai untuk tempat kediaman atau pemukiman manusia.

Selain itu di buku ini juga menjelaskan perbandingan arsitektur alam dan teknik. Arsitektur alam itu seperti misalnya pada ilmu bumi, selalu membentuk suatu peredaran alam yang tertutup. Berdasarkan permasalahan tersebut akan dapat kita pahami juga arsitektur sebagai arsitektur alam. Dengan kata lain, perbandingan di bagian dalam harus diperlihatkan di dalam perbandingan di bagian luar juga.

Ada juga situasi dan analisa site sangat penting bagi arsitektur. Analisa site, sintetik dan perencanaan sebaik nya di kembangkan dalam rangka kerja sama antara arsitek/perencana, ahli indisipliner. Akan tetapi dalam pengertian arsitektur biologik, site dan letak gedung-gedung dipilih sedemikian rupa, sehingga juga diperhatikan gangguan geopatis yang membahayakan atas kesehatan penghuni. Disini lah pentingnya situasi dan analisa site agar para aristektur memiliki pmabngunan dan perncanaan yang baik.

Dengan mempelajari buku ini saya mendapatkan ilmu yang bermanfaat dalam merancang dan membangun sebuah bangunan yang peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Buku ini sangat efektik untuk dipelajari karena dalam sebuah pembangunan dibutuhkan pembangunan yang tidak berdampak buruk bagi lingkungan dan manusia di masa yang akan datang. Untuk itu sekian dari saya semoga dapat bermanfaat bagi anda semoga para pembaca juga bisa membaca buku ini. Terima kasih

Selasa, 29 September 2015

ARSITEKTUR DAN LINGKUNGAN #1

Disini saya akan menceritakan bagaimana cara nya menciptakan sebuah arsitektur lingkungan yang baik? Kita harus mengetahui dasar dari arsitektur. Arsitektur adalah seni yang dilakukan oleh setiap individual untuk berimajinasikan diri mereka dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam artian yang lebih luas, arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai dari level makro yaitu perencanaan kota, perancangan perkotaan, arsitektur lanskap, hingga ke level mikro yaitu desain bangunan, desain perabot dan desain produk. Arsitektur juga merujuk kepada hasil-hasil proses perancangan tersebut.






















Agar terciptanya sebuah arsitektur lingkungan harus memiliki pembangunan secara biologis atau arsitektur biologis atau juga secara arsitektur ekologi. Ini salah satu contoh pembangunan arsitektur biologis




Bangunan ini dianggap memiliki unsur arsitektur biologi karena memperlihatkan erat antara manusia dan lingkungan atau alam sekitar. Dalam arsitektur dikenal istilah arsitektur biologis, yaitu ilmu penghubung antaramanusia dan lingkungannya secara keseluruhan yang juga mempelajari pengetahuantentang hubungan integral antara manusia dan lingkungan hidup, dan merupakan arsitektur kemanusiaan yang memperhatikan kesehatan.




Ada juga bangunan aritektur yang memiliki unsur arsitektur ekologi Arsitektur ekologi itu sendiri mempunyai tiga prinsip yang harus diperhatikan yaitu; Fluktuasi , Stratifikasi, Interdependence (saling ketergantungan). Prinsip-prinsip ekologi sering berpengaruh terhadap arsitektur (Batel Dinur, Interweaving Architecture and Ecology – A theoritical Perspective):




1. FLUTUATION




Prinsip fluktuasi menyatakan bahwa bangunan didisain dan dirasakan sebagai tempat membedakan budaya dan hubungan proses alami. Dalam hal ini bangunan harus dapat mencerminkan proses alami yang terjadi di lokasi dan tidak menganggap suatu penyajian berasal dari proses melainkan proses benar-benar dianggap sebagai proses. Fluktuasi juga bertujuan agar manusia dapat merasakan hubungan atau koneksi dengan kenyataan yang terjadi pada lokasi tersebut.




2. STRATIFICTION




Stratifikasi bermaksud untuk memunculkan interaksi dari perbedaan bagian-bagian dan tingkat-tingkat, bermaksud untuk melihat interaksi antara bangunan dan lingkungan sekitar. Semacam organisasi yang membiarkan kompleksitas untuk diatur secara terpadu.




3. INTERDEPENDENCE (SALING KETERGANTUNGAN)




Menyatakan bahwa hubungan antara bangunan dengan bagiannya adalah hubungan timbal balik. Peninjau (perancang dan pemakai) seperti halnya lokasi tidak dapat dipisahkan dari bagian bangunan, saling ketergantungan antara bangunan dan bagian-bagiannya berkelanjutan sepanjang umur bangunan




Dasar-dasar ekologi arsitektur menjurus kepada penggunaan material hemat energi, penggunaan bahan-bahan yang ramah lingkungan, dan peka terhadap keadaan iklim. Sehingga tercipta sebuah desain yang bersifat go green.









Membahas tentang bangunan yang bersifat go green, sekarang ini seluruh dunia semarak mendesain dan membangun bangunan yang menerapkan konsep ini. berawal dari kesadaran akan mulai menipisnya sumber daya alam yang tidak dapat terbaharui maka para arsitek mendesain bangunan-bangunan yang memanfaatkan tenaga dari alam seperti matahari dan angin.

Nah ini salah satu contoh bangunan yang memiliki arsitektur ekologi










Jadi menurut saya pembanguna arsitektur biologis dan arsitektur ekologi lebih mengutamakan aspek lingkungan yang ada di sekitar. Dari prinsip-prinsip yang telah di jelaskan arsitektur ekologi semoga pembangunan tersebut dapat menciptakan sebuah bangunan yang menarik dan memiliki penggunaan material hemat energi.




Sekian dari pembahasan saya. Bila ada kekurangan atau ada salah-salah kata mohon di maafkan . Terima Kasih




Sumber :




https://id.wikipedia.org/wiki/Arsitektur




https://finifio.wordpress.com/category/arsitektur-dan-lingkungan/




http://www.scribd.com/doc/125237243/ARSITEKTUR-BIOLOGIS









Senin, 12 Januari 2015

PEMUDA DAN SOSIALISASI




Review :
Pengertian sosialisasi adalah segala usaha yang dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran memelihara secara terus menerus terhadap tatanan nilai agama agar segala perilaku kehidupannya senantiasa di atas norma-norma yang ada dalam tatanan itu. namun perlu dipahami bahwa pembinaan tidak hanya berkisar pada usaha untuk mengurangi serendah-rendahnya tindakan-tindakan negatif yang dilahirkan dari suatu lingkungan yang bermasalah, melainkan pembinaan harus merupakan terapi bagi masyarakat untuk mengurangi perilaku buruk dan tidak baik dan juga sekaligus bisa mengambil manfaat dari potensi masyarakat, khususnya generasi muda.
Pengalaman Pemuda dan Sosialisasi :


Pengalaman anda sebagai pemuda mengenai sosialisasi tentang pertama kali anda masuk kuliah. Saat anda memulai OSPEK anda. Anda pikir anda memulai OSPEK dengan pikiran negatif. Tetapi sesaat di OSPEK ternyata pikiran anda selama ini salah. Anda memulai OSPEK sangat nyaman. Disana juga dapat berinteraksi atau bersosialisasi dengan mahasiswa baru.
Disini saya mempunyai 3 topik di perkuliahan dan saya akan menjelaskan gimana asik nya memulai perkuliahan
1. Lingkungan Sosial yang Berbeda
Dari semua hal yang akan anda alami di tahun pertama, sebetulnya tema besarnya cuman satu, yaitu proses adaptasi. Seringkali proses adaptasi ini dianggap sebagai sesuatu yang nyusahin, karena kesannya anda harus mencocokan diri sama lingkungan yang asing. padahal kaanda ada aja anda bisa liat dari perspektif yang beda, proses adaptasi ini bisa jadi suatu kesempatan buat anda untuk memiliki paradigma yang baru yang lebih luas.

2. Kesempatan Terbaik Buat Ngasah Ilmu
Pas anda tahun pertama di kampus, wah.. anda bakal ngerasain yang namanya NIKMATNYA BELAJAR di kampus (apalagi kanda di jurusan yang emang anda minatin).  Nikmat belajar yang gua maksud itu emang bener-bener belajar buat nuntut ilmu yah, bukan buat supaya nilai bagus dalam ujian.. karena di dunia kuliah, udah gak jaman lagi anda ngakalin nilai dengan nyontek, nanya soal ulangan ke kelas sebelah, atau nyari kisi-kisi soal yang ada di ujian. Sekarang adalah saatnya anda belajar buat bener-bener jadi EXPERT di bidang anda!
Emang nikmat belajarnya gimana sih? Bayangin ya, selama ini ngerasa gak sih kaanda proses belajar anda di mata pelajaran apapun itu dibatesin ilmunya sama buku cetak, catetan, atau apa yang keluar dari omongan guru... Nah di dunia kampus, anda bisa gali pengetahuan di bidang yang anda minati itu sebebas-bebasnya dengan cara yang mandiri. Bisa dari internet, buku-buku di perpus, online learning, dan juga diskusi sama dosen dan mahasiswa lain.
3. Kembangin Diri di Luar Konteks Akademis
Kaanda kata ahli psikoandagi Erik H. Erikson, usia-usia belasan sampe awal dua puluhan itu termasuk ke dalam rentang usia di mana orang tuh lagi nyari identitas, terutama identitas sosial. Maksudnya apa nih? Maksudnya, di usia anda sekarang ini, manusia itu cenderung aktif banget buat nyari tau dirinya itu siapa sih, dan apa sih peran yang paling cocok anda lakuin di tengah-tengah masyarakat..

Nah untuk menemukan jati diri anda yang sesungguhnya, gak akan deh anda temuin itu semua di textbook kuliah ataupun dengan belajar teori dimanapun. Identitas anda akan bisa anda temukan ya di saat anda berinteraksi dengan identitas lain di masyarakat, alias interaksi sosial dalam lingkungan kampus! Jadi yang namanya kuliah itu andang banget kaanda gak anda manfaatkan buat mengembangkan diri anda dalam kemampuan bersosialisasi - baik itu arahnya untuk memperluas koneksi, nyari temen seperjuangan yang punya ide yang sama, pemikiran yang sama, dan mungkin juga ambisi yang sama.

Untungnya nih, di dunia kampus.. interaksi sosial yang bisa anda coba ada banyak banget, dari mulai milih temen nongkrong yang cocok, seru-seruan sama temen satu kost, curi-curi pandang sama senior/junior, diskusi ilmu sama professor, kenal sama satpam dan preman kampus, baik-baikin petugas admin di fakultas (kaanda SMA namanya tata usaha), ikutan klub unit kegiatan mahasiswa (kaanda SMA namanya extra-curricular), sampe ikut organisasi mahasiswa baik yang formal maupun informal.